AHF Indonesia Gelar Kampanye Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS

BISNIS PURWAKARTA – Bertepatan dengan International Condom Day 2018, AIDS Healthcare Foundation (AHF) Indonesia menggelar kampanye pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS melalui pertunjukkan musik Punk.

Dalam acara yang bertema “Always in Fashion” , AHF bekerja sama dengan band hardcore punk asal Bandung yaitu Jeruji. Kampanye ini menyasar komunitas remaja penggemar music hard core punk, yang dinilai sebagai salah satu kalangan berisiko tertular HIV/AIDS.

Selain Jeruji, sejumlah band lainnya dengan aliran music sejenis pun turut memeriahkan acara yang digelar di Gor Desa Plered Purwakarta, seperti Tcukimay, Fiction of Revenge, MMK, Hellica, Bangsa Bangsat, The Skosster, Fellicia Grind, Atlantic, dan Goodnes.

Selain menikmati suguhan musik dari berbagai band hardcore punk ini, komunitas penggemar music ini juga diberikan informasi pentingnya upaya mencegah Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV/AIDS. Sejumlah ajakan menjaga kesehatan seksual dan penggunaan kondom yang tepat sasaran dilakukan mengingat tingginya temuan kasus HIV/AIDS akibat hubungan seksual berisiko, seperti pada praktik prostitusi atau berganti-ganti pasangan.

Fasilitas untuk tes HIV pun telah disediakan di sekitar lokasi konser oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta. Fasilitas tersebut dikhususkan bagi para penonton yang ingin memeriksakan dirinya.

Riki Febrian, Country Program Manager AHF Indonesia, mengatakan bahwa pelibatan band hardcore punk seperti Jeruji ini dalam mencegah HIV/AIDS bertujuan untuk menyebarkan informasi mengenai HIV AIDS secara lebih luas kepada komunitas serta mengajak mereka melakukan tes secara bersamaan.

Selain itu, band Jeruji pun dikenal sebagai Band Hard Core Punk yang mengedepankan idealisme serta melawan segala bentuk penindasan. Hal ini tentu menjadi momen yang sangat tepat dalam mendukung terhadap rancangan KUHP seperti aksi yang disuarakan oleh aliansi masyarakat sipil pada tanggal 12 Februari 2018 di depan gedung DPR/MPR RI.

Sementara itu, Terri Ford, AHF Chief of Global Policy, Advocacy & Marketing, mengatakan saat ini ketersediaan kondom dalam bidang kesehatan masyarakat, terancam secara global akibat pemerintah dan badan-badan internasional yang mengurangi pendanaannya.

“Hal ini akan menyebabkan lebih banyak infeksi di seluruh dunia. Patut disyukuri, Hari Kondom Internasional ini menjadi sarana untuk menyegarkan kembali pesan bahwa kondom adalah cara yang menyenangkan dan modis dalam melindungi diri sendiri dan pasangannya,” ujarnya.

Selain itu, ia pun mengatakan bahwa penting juga untuk memperkuat prinsip bahwa kondom harus tersedia secara gratis, untuk siapa saja yang membutuhkannya.

Seperti diketahui, data Kementerian Kesehatan RI (2017) menyebutkan, sejak pertama kali dilaporkan tahun 1987 hingga Maret 2017, jumlah kumulatif infeksi HIV di Indonesia mencapai 242.699 kasus dan jumlah AIDS mencapai 87.453 kasus. Hubungan seksual berisiko secara heteroseksual menjadi faktor tertinggi penularan kasus HIV/AIDS, hingga mencapai 68%.

Namun hingga saat ini, belum ada cara yang ampuh untuk mencegah penularan IMS dan HIV kecuali dengan tidak melakukan hubungan seks berisiko dan tidak menggunakan narkoba yang disuntikkan.

Oleh karena itu, menggunakan kondom bagi mereka yang memiiki kebiasaan berganti-ganti pasangan dalam berhubungan seks merupakan salah satu cara pencegahan yang dapat dilakukan.

Konser band harcore punk Jeruji ini merupakan konser kedua setelah konser di Rossi, Jakarta pada tanggal 14 Februari lalu. Acara selanjutnya akan berlangsung di di Pangandaran (10 Maret).

Tak hanya itu saja, AHF pun memperkenalkan lagu International Condom Day 2018, “Tried and True”, sebuah parodi dari lagu hits “The Shape of You” dari penyanyi Ed Sheeran, untuk membantu meningkatkan antusiasme dalam peringatan acara ini di seluruh dunia.(Red)

Bagikan: